Modul Termodinamika
MODUL I
Perpindahan Panas
Modul ini membahas prinsip perpindahan panas, meliputi konduksi, konveksi, dan radiasi, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi
Estimasi waktu : 2 Pertemuan ( 2 x 150 Menit)
Modul I – Studi Kasus
Gas Ideal
Modul II
Usaha & Energi Panas
Modul III
Hukum II Termodinamika
Modul IV
Teori Kinetika Gas
Modul V – Project Based Learning
Potensial Termodinamika
Modul V – Project Based Learning
Modul I – Perpindahan Panas
Perpindahan Panas

Tujuan Pembelajaran
- Menganalisis fenomena perpindahan kalor berdasarkan konsep suhu, keseimbangan termal, kesetimbangan termodinamika, dan variabel keadaan.
- Menganalisis konsep kalor serta perubahan fase zat berdasarkan hubungan antara kalor, suhu, dan perubahan keadaan suatu sistem.
Materi Pembelajaran
Skala Pada Termometer
Skala termometer adalah sistem pengukuran suhu berdasarkan titik acuan tertentu. Terdapat empat skala yang umum digunakan, yaitu Celsius (°C), Fahrenheit (°F), Reamur (°R), dan Kelvin (K). Titik beku dan didih air pada tekanan 1 atmosfer masing-masing adalah 0°C dan 100°C, 32°F dan 212°F, serta 0°R dan 80°R. Sementara itu, Kelvin merupakan skala suhu absolut dengan titik nol mutlak sebesar 0 K atau −273,15°C..
Kesetimbangan Termal
Perpindahan panas adalah proses berpindahnya energi termal dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah akibat perbedaan suhu. Perpindahan panas terjadi melalui tiga mekanisme, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi berlangsung melalui interaksi antarpartikel tanpa perpindahan massa secara keseluruhan, seperti panas pada batang logam. Konveksi terjadi melalui pergerakan fluida, seperti sirkulasi air yang dipanaskan. Radiasi merupakan perpindahan energi melalui gelombang elektromagnetik tanpa memerlukan medium, seperti panas Matahari yang mencapai Bumi. Proses ini penting dalam berbagai aplikasi termodinamika, termasuk mesin kalor, sistem pendingin, dan teknologi energi.
Kesetimbangan Termal dan Hukum 0 Termodinamika
Kesetimbangan termal adalah keadaan ketika dua atau lebih benda mencapai suhu yang sama sehingga tidak terjadi perpindahan kalor bersih di antara benda-benda tersebut. Kalor mengalir dari benda bersuhu lebih tinggi ke benda bersuhu lebih rendah hingga tercapai kesetimbangan. Prinsip ini menjadi dasar kerja termometer dalam mengukur suhu. Kesetimbangan termal berkaitan dengan Hukum Nol Termodinamika, yang menyatakan bahwa dua benda yang masing-masing berada dalam kesetimbangan termal dengan benda ketiga juga berada dalam kesetimbangan termal satu sama lain.
Kesetimbangan Termodinamika
Keseimbangan termodinamika adalah keadaan ketika suatu sistem berada dalam kesetimbangan termal, mekanik, dan kimia secara bersamaan. Pada kondisi ini, suhu dan tekanan tidak mengalami perubahan spontan, serta tidak terjadi reaksi kimia bersih yang mengubah komposisi sistem. Keseimbangan termodinamika tercapai ketika tidak ada gaya pendorong internal untuk perubahan makroskopis. Konsep ini penting untuk memahami sifat zat, perubahan energi, dan proses termodinamika dalam berbagai sistem fisika.
Besaran Keadaan dan Variable Termodinamika
Besaran keadaan dan variabel termodinamika merupakan parameter fisika yang digunakan untuk menggambarkan kondisi suatu sistem termodinamika. Besaran keadaan meliputi tekanan, volume, suhu, energi dalam, entalpi, dan entropi yang nilainya ditentukan oleh keadaan sistem, bukan lintasan prosesnya. Variabel termodinamika dibedakan menjadi variabel intensif, seperti suhu dan tekanan, serta variabel ekstensif, seperti volume, massa, dan energi dalam. Hubungan antarvariabel tersebut digunakan untuk menganalisis perubahan keadaan, kesetimbangan, dan proses perpindahan energi dalam sistem termodinamika, baik pada sistem tertutup maupun sistem terbuka.
Aktivitas Refleksi
Setelah mempelajari materi Perpindahan Panas, refleksikan pemahamanmu dengan mengidentifikasi konsep yang paling dipahami, hal yang masih membingungkan, serta penerapan perpindahan panas dalam kehidupan sehari-hari.
Aktivitas Pembelajaran
01
Studi Perkembangan Skala Termometer
180 menit – Individu
Susunlah sebuah laporan studi mengenai sejarah perkembangan skala termometer Celsius dan Fahrenheit. Laporan harus membahas dua skala suhu tersebut dengan memperhatikan latar belakang sejarah, tokoh pengembang, dan alasan pemilihan titik acuannya.
1. Studi Skala Celsius
Jelaskan sejarah pengembangan skala Celsius oleh Anders Celsius. Telusuri mengapa skala awal yang diperkenalkannya menetapkan angka 0 untuk titik didih air dan 100 untuk titik beku air. Jelaskan pula perubahan susunan skala tersebut hingga menjadi sistem yang digunakan saat ini, yaitu 0°C untuk titik beku air dan 100°C untuk titik didih air pada tekanan atmosfer normal.
2. Studi Skala Fahrenheit
Jelaskan sejarah pengembangan skala Fahrenheit oleh Daniel Gabriel Fahrenheit. Telusuri alasan pemilihan titik nol pada skala tersebut, termasuk penggunaan campuran es, air, dan garam serta kisah suhu musim dingin ekstrem di Danzig. Bahas pula penggunaan suhu tubuh manusia sebagai salah satu acuan awal dan penetapan titik beku serta titik didih air pada skala Fahrenheit.
3. Analisis dan Perbandingan
Bandingkan kedua skala berdasarkan tokoh pengembang, tahun pengembangan, titik acuan, karakteristik skala, dan penggunaannya. Evaluasi kekuatan bukti sejarah mengenai alasan pemilihan titik nol Fahrenheit serta jelaskan mengapa sumber sejarah yang berbeda dapat menghasilkan penjelasan yang berbeda.
Laporan terdiri atas pendahuluan, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Gunakan minimal tiga sumber tepercaya dan sertakan tabel perbandingan kedua skala.
Evaluasi
01
Rubrik Penilaian Laporan Studi Kasus
50 menit – Individu
Refleksikan manfaat dan keterbatasan e-Learning berdasarkan aktivitas yang telah dilakukan.
| No | Aspek | Skor |
|---|---|---|
| 1 | Latar Belakang | |
| 2 | Rumusan Masalah | |
| 3 | Pembahasan | |
| 4 | Kesimpulan |