Pengertian dan Konsep Dasar E-Learning

2 min read

Pengertian dan konsep dasar e-learning

Ahmad Dahlane-Learning adalah proses pembelajaran yang melibatkan akuisisi pengetahuan dan keterampilan terjadi melalui media dan tekonologi elektronik. Dalam era industri 4.0 dengan kemajuan teknologi dan informasi, e-Learning lebih merujuk pada pembelajaran berbasis distance learning dengan melibatkan jaringan internet. Singkatnya disebut sebagai Online Learning.

A. Defenisi e-Learning

Merujuk dari bahasanya, e-Learning adalah singkatan dari electronic learning yakni pembelajaran yang melibatkan perangkat elektronik sebagai media pembelajaran. Peran media e-learning dalam pembelajaran bisa dalam bentuk

  1. Perangkat tambahan (enhance)
  2. Perangkat pendukung (hybrid Learning)
  3. Perangkat pembelajaran utama (distance learning)

Dewasa ini, e-Learning diidentikkan dengan pembelajaran yang melibatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran sehingga e-learning lebih dekat dengan istilah online learning. Namun defenisi e-Learning tidak sebatas dalam penggunaan media elektronik dalam pembelajaran seperti pada kursus mengetik di komputer. e-Learning melibatkan sistem pembelajaran secara utuh yang melibatkan sistem administrasi, manajemen dan konstruksi pengetahuan dalam kelas konvensional ditransformasi menjadi fasilitas yang bisa dilakukan secara online di media elektronik.

Prinsip dasar penggunaan media elektronik sehingga bisa dikategorikan sebagai e-Learning adalah tersedianya layanan yang menfasilitasi konstruksi pengetahuan dan keterampilan melalui media elektronik yang diberikan. Proses konstruksi ini melibatkan pertukaran informasi dari peserta didik, guru dan pihak ketiga dalam waktu yang singkat. Hal ini pula yang menjadi keungulan e-Learning dibandingkan dengan luring dimana kendala biaya dan waktu bisa diselesaikan dengan cepat dengan pemanfaatan jaringan internet.

e-Learning dan distance learning

Salah satu-sati cita-cita pendidikan dari sisi manajemen adalah menyediakan sistem pembelajaran yang murah, efektif dan efisien namun seringkali terbentuk dengan hal-hal yang bersifat administrasi seperti tempat dan waktu belajar. Ketiak seorang peserta didik dari Makassar ingin belajar dengan guru yang berasal dari Jakarta maka peserta didik yang bersangkutan harus mebayar biaya akomodasi yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan biaya pendidikan di institusi guru tersebut mengajar. Hal inilah yang menjadi ruh pengembangan pembelajaran jarak jauh (distance learning).

Pengembangan e-Learning menjadi daya dukung yang besar dalam pembalajaran jarak jauh. Proses-proses pembelajaran seperti tahap menyiapkan kelas, pelaksanaan pembelajarna, penugasan, ujian dan evaluasi dilakukan melalui media elektronik berbasis daring (online). e-Learning ini menjadi pemicu tumbuhnya industri Massive open online course (MOOC) yang mulai menggeser kelas-kelas konvensional terutama pada situasi pembatasan sosial karena Wabah Pandemic Covid-19.

Learning Management System

Upaya managemen kelas yang berkaitan dengan pembelajaran dalam jaringan ini dikembangkan melalui aplikasi kelas online yang disebut sebagai Learning Management System (LMS). Ketersedian LMS di era Industri 4.0 ini dikembangkan oleh banyak pihak (developer program) dengan tipe Close Source (berbayar uneditable) dan Open Course (free and editable). Banyaknya pilihan jenis LMS akhirnya menuntut pendidik dan calon pendidikan dalam hal mahasiswa pendidikan untuk lebih adaktif dengan perkembangan LMS.

Tampilan SYAM OK UNM
LMS SYAM – OK UNM

Metode pembelajaran e-learning dapat dilaksanakan dalam dua jenis yakni pendidik (guru) dan peserta didik bertemu bersama secara online (dalam jaringan). Metode ini dikenal dengan nama synchrounous, pada umumnya metode synchronous memanfaatkan fasilitas video conference, namun tidak terbatas hanya pada video conference. Kebanyakan pengembang LMS telah memberikan fasilitas synchrounous dalam bentuk e-board, audio, komentar, diskusi, live streaming, dan forum chat. Asynchronous merupakan metode pembelajaran dalam jaringan yang tidak mempertemukan pengajar dan peserta didik di waktu yang bersamaan. Metode lebih cenderung ke penugasan yang bersifat inovatif dan kreatife.

Pada kelas-kelas informal, e-learning dapat dituangkan dalam bentuk pembelajaran yang lebih fleksibel dengan menggunakan fasilitas mailing list, e-newsletter, video tutorial, website, dan blog-blog pribadi. Saat ini bahkan informal E-learning menjadi salah satu daya tarik dunia komersial seperti YouTube yang menkorversi pengunjung setiap pengunjung yang datang ke sebuah chanel.

B. Konsep Dasar e-Learning

e-Learning memiliki konsep yang berhubungan erat dengan electronic device (computer) dan jaringan internet dalam pembelajaran. Pembelajaran ini dibangun dengan beberapa konsep

  1. Distance Learning – Menyediakan layanan pembelajaran jarak jauh yang bisa diakses di mana saja.
  2. Unique Education – Berbeda dengan konsep pembelajaran konvensional yang sifatnya lebih ke behavioral
  3. Learning Tool – Menyediakan menu yang berusu fasilitas-fasilitas yang menggantikan aktifitas yang terjadi di kelas konvensional seperti absensi, materi, jadwal, interaksi guru-murid, interaksi antar murid, quiz, ujian, assignment, announcement dan sebagainya.
  4. Pedagogical Innovation – Inovasi dari pembelajaran elektronik untuk menyelesaikan masalah kontrol kelas yang lemah dari guru
  5. Presenting and Facilitating – Fasilitas yang memberikan ruang bagi guru atau siswa untuk menjelaskan ke banyak arah di dalam kelas
  6. Learning Media – Melibatkan media-media pembelajaran elektronik seperti artikel online, e-book, infografis, video pembelajaran, online assigment dan sejenisnya
  7. Online – dilakukan di dalam jaringan internet
  8. Effective Learning – memaksimalkan pembelajaran kapan saja dan tidak dibatasi oleh waktu dan tempat
  9. Achieve Goals – Tujuan pembelajaran yang jelas
  10. Implementation – Pengetahuan yang dibentuk lebih dari sekedar ingatan tapi pengetahuan yang dapat diimplementasikan.

Tinggalkan Balasan