Pengertian dan Konsep Dasar E-Learning

2 min read

Pengertian dan konsep dasar e-learning

Ahmad Dahlan – Virus Covid-19 membuat aktivitas manusia di seluruh dunia terganggu. Pembatasan sosial berskala besar membuat kegiatan sosial manusi apraktis tidak dilakukan, termasuk proses pembelajaran di dalam kelas. Solusi dari masalah PSSB dalam pembelajaran adalah menghilangkan jarak saja, dengan kata lain pembelajaran tetap dapat dilakukan tanpa harus berada di lokasi yang sama atau distance learning.

Distance Learning sangat dimudahkan dengan penggunaan pembelajaran berbasis elektronik (e-learning) namun konsep dasar e-learning lebih luas dari distance learning.

A. Defenisi e-Learning

e-Learning adalah singkatan dari Electronic learning yakni pembelajaran yang melibatkan perangkat elektronik sebagai media belajar. Peran media elektronik dalam pembelajaran bisa berfungsi sebagai perangkat tambahan, perangkat pendukung, dan juga bisa menjadi perangkat utama dalam pembelajaran seperti dalam metode distance learning.

E-learning dititik beratkan pada pembelajaran yang melibatkan jaringan komunikasi sehingga bisa terjadi pertukaran data selama proses pembeljaran dilakukan. Penggunaan perangkat elektronik tanpa penggunaan data tidak termasuk dalam kategori e-learning, sebuat saja penggunaan komputer pada kursus mengetik di sebuah lembaga, jika peran instruktur sebagai sumber pengetahuan tanpa adanya informasi dari luar, maka pembelajaran tersebut tidak masuk dalam kategori e-learning.

Konsep dasar dari e-Learning adalah tersedianya fasilitas konstruksi pengetahuan oleh peserta didik melalui pertukaran informasi antara user (peserta didik) dan host (penyedia informasi). Praktis pengertian membatasi e-learning pada penggunaan jaringan dalam pembelajaran baik itu lokal network maupun jaringan Global seperti internet.

Pembelajaran distance learning merupakan salah satu bentuk pembelajaran full e-learning. Semua sistem pembelajaran mengandalkan perangkat elektronik mulai dari persiapan kelas, pelaksanaan pembelajaran, penugasan, evaluasi dan segala hal yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Sistem memicu tumbuhnya industri MOOC atau masive online course yang menggeser kelas-kelas konvensional dengan biaya mahal dengan kelas online yang relatif murah.

Pelaksanaan pembelajaran Daring Penuh saat ini lebih mudah dilakukan dengan banyaknya developer Learning Manajemen System (LMS), mulai dari yang berbayar sampai berjenis open source seperti Moodle. Hal ini juga menjadi tugas tambahan seorang pendidik untuk memahami penggunaan dan sistem manajemen LMS popular yang akan digunakan.

Tampilan SYAM OK UNM
SYAM – OK

Metode pembelajaran e-learning dapat dilaksanakan dalam dua jenis yakni pendidik (guru) dan peserta didik bertemu bersama secara online (dalam jaringan). Metode ini dikenal dengan nama synchrounous, pada umumnya metode synchrounous memanfaatkan fasilitas video conference, namun tidak terbatas hanya pada video conference. Kebanyakan pengembang LMS telah memberikan fasilitas synchrounous dalam bentuk e-board, audio, komentar, diskusi, live streaming, dan forum chat. Asynchrounous merupakan metode pembelajaran dalam jaringan yang tidak mempertemukan pengajar dan peserta didik di waktu yang bersamaan. Metode lebih cenderung ke penugasan yang bersifat inovatif dan kreatife.

Pada kelas-kelas informal, e-learning dapat dituangkan dalam bentuk pembelajaran yang lebih fleksibel dengan menggunakan fasilitas mailing list, e-newsletter, video tutorial, website, dan blog-blog pribadi. Saat ini bahkan informal E-learning menjadi salah satu daya tarik dunia komersial seperti YouTube yang menkorversi pengunjung setiap pengunjung yang datang ke sebuah chanel.

B. Karakteristik e-Learning

E-Learning memiliki karakateristik utama yang bersifat independent, dimana daya tangkap peserta didik tidak begitu dipengaruhi oleh kemampuan instruktur menyampaikan informasi. Peserta didik bisa dengan bebas memilih metode belajar yang sesuai dengan karakternya sendiri. Proses konstruksi bisa ditentukan dengan bebas oleh peserta didik dengan banyak sumber belajar yang tersedia di online.

Dalam e-learning, Tugas dari Instruktur/pengajar lebih bersifat manajerial seperti merencanakan proses pembelajaran dan menentukan tujuan dari pembelajar. Sumber belajar yang banyak juga membuat peserta didik memiliki peluang melakukan pelanggaran menyelesaikan tugas, yakni melakukan copy paste atau mengklaim tugas yang tidak ia kerjakan. Hal ini dapat diminimalisir oleh pendidik dengan cara memberikan penilaian berbasis produk yang dihasilkan selama belajar daring atau dengan pemanfaatan aplikasi plagiarism checker.

Karakterisitik lain dari e-Learning adalah tugas dari pendidikan yang lebih berat karena harus melakukan validasi dari sumber-sumber belajar yang digunakna oleh peserta didik selama proses belajar. Internet adalah pusat informasi yang bisa dibuat oleh siapa saja mulai dari lembaga terakreditasi sampai orang perorangan yang mungkin saja tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni tentang apa yang dituliskannya di internet, namun sebaliknya ada kemungkinan informasi yang digunakan oleh peserta didik juga jauh diluar kemampaun dari instruktur itu sendiri.

Tinggalkan Balasan