Pengertian dan Konsep Dasar E-Learning

Pengertian dan konsep dasar e-learning

ditulis oleh :

di

Perkembangan teknologi di era Industri 4.0 membawa perubahan yang bsat besar dalam bidang pendidikan. Salah satu dampak yang nyata adalah terwujudnya konsep e-Learning dalam proses pembelajaran berbasis digital.

Konsep e-Learning

Berdasarkan asal katanya, e-Learning merupakan akronim dari electronic learning yakni pembelajaran yang melibatkan perangkat elektronik. Konsep e-learning berkembangan berdasarkan peran dan proporsi dari perangkat elektronik itu sendiri dari dalam pembelajaran. Pembagian kelompok paling umum dibagi ke dalam 3 kategori yakni :

  1. Perangkat tambahan (enhance)
  2. Perangkat pendukung (hybrid Learning)
  3. Perangkat pembelajaran utama (distance learning)

A. Pedagogik dalam e-Learning

Pembelajaran berbasis e-Learning tidak hanya sebatas perilabatan perangkat dalam pembelajaran. E-Learning memiliki konsep pembelajaran yang jauh lebih luas dari proporsi peran perangkat elektronik itu sendiri. Pendidik dalam hal ini guru harus mempertimbangkan peserta didik khususnya dalah hal psikologis dalam melaksanakan pembeljaran berbasis e-Learning.

1. Merancang Strategi Pembelajaran

  • Pendidik harus mampu mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik melalui platform e-learning.
  • Strategi seperti blended learning, flipped classroom, problem-based learning dapat diintegrasikan ke dalam LMS (Learning Management System).

2. Membangun Interaksi Edukatif

  • Pedagogik menekankan pentingnya interaksi guru-siswa, yang dalam e-learning dapat diwujudkan melalui forum diskusi, video conference, chat, dan feedback online.
  • Interaksi tidak hanya transfer materi, tetapi juga pembentukan nilai, sikap, dan keterampilan berpikir kritis.

3. Mengarahkan dan Memfasilitasi Belajar Mandiri

  • Dalam e-learning, peserta didik lebih dituntut belajar mandiri.
  • Peran pedagogik adalah membimbing, memberi motivasi, serta menyediakan scaffolding (bantuan bertahap) agar siswa tetap berada pada jalur belajar yang benar.

4. Menjamin Kualitas Materi dan Media

  • Pedagogik menuntut bahwa materi tidak sekadar digitalisasi buku, tetapi dirancang menarik, interaktif, dan sesuai gaya belajar peserta didik.
  • Guru/dosen harus memilih media (teks, video, simulasi) yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

5. Menyediakan Penilaian dan Umpan Balik

  • Penilaian tidak hanya berupa tes objektif, tetapi juga penilaian autentik (proyek, portofolio, presentasi online).
  • Pedagogik berperan memastikan bahwa asesmen mengukur pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

6. Membangun Lingkungan Belajar yang Humanis

  • Walaupun berbasis teknologi, e-learning harus tetap memperhatikan aspek emosional, sosial, dan etika belajar.
  • Pedagogik berperan menjaga agar pembelajaran tetap berpusat pada peserta didik (student-centered learning), bukan hanya sekadar transfer informasi.

e-Learning dan distance learning

Salah satu-sati cita-cita pendidikan dari sisi manajemen adalah menyediakan sistem pembelajaran yang murah, efektif dan efisien namun seringkali terbentuk dengan hal-hal yang bersifat administrasi seperti tempat dan waktu belajar. Ketiak seorang peserta didik dari Makassar ingin belajar dengan guru yang berasal dari Jakarta maka peserta didik yang bersangkutan harus mebayar biaya akomodasi yang sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan biaya pendidikan di institusi guru tersebut mengajar. Hal inilah yang menjadi ruh pengembangan pembelajaran jarak jauh (distance learning).

Pengembangan e-Learning menjadi daya dukung yang besar dalam pembalajaran jarak jauh. Proses-proses pembelajaran seperti tahap menyiapkan kelas, pelaksanaan pembelajarna, penugasan, ujian dan evaluasi dilakukan melalui media elektronik berbasis daring (online). e-Learning ini menjadi pemicu tumbuhnya industri Massive open online course (MOOC) yang mulai menggeser kelas-kelas konvensional terutama pada situasi pembatasan sosial karena Wabah Pandemic Covid-19.

Learning Management System

Upaya managemen kelas yang berkaitan dengan pembelajaran dalam jaringan ini dikembangkan melalui aplikasi kelas online yang disebut sebagai Learning Management System (LMS). Ketersedian LMS di era Industri 4.0 ini dikembangkan oleh banyak pihak (developer program) dengan tipe Close Source (berbayar uneditable) dan Open Course (free and editable). Banyaknya pilihan jenis LMS akhirnya menuntut pendidik dan calon pendidikan dalam hal mahasiswa pendidikan untuk lebih adaktif dengan perkembangan LMS.

Tampilan SYAM OK UNM
LMS SYAM – OK UNM

Metode pembelajaran e-learning dapat dilaksanakan dalam dua jenis yakni pendidik (guru) dan peserta didik bertemu bersama secara online (dalam jaringan). Metode ini dikenal dengan nama synchrounous, pada umumnya metode synchronous memanfaatkan fasilitas video conference, namun tidak terbatas hanya pada video conference. Kebanyakan pengembang LMS telah memberikan fasilitas synchrounous dalam bentuk e-board, audio, komentar, diskusi, live streaming, dan forum chat. Asynchronous merupakan metode pembelajaran dalam jaringan yang tidak mempertemukan pengajar dan peserta didik di waktu yang bersamaan. Metode lebih cenderung ke penugasan yang bersifat inovatif dan kreatife.

Pada kelas-kelas informal, e-learning dapat dituangkan dalam bentuk pembelajaran yang lebih fleksibel dengan menggunakan fasilitas mailing list, e-newsletter, video tutorial, website, dan blog-blog pribadi. Saat ini bahkan informal E-learning menjadi salah satu daya tarik dunia komersial seperti YouTube yang menkorversi pengunjung setiap pengunjung yang datang ke sebuah chanel.

B. Konsep Dasar e-Learning

e-Learning memiliki konsep yang berhubungan erat dengan electronic device (computer) dan jaringan internet dalam pembelajaran. Pembelajaran ini dibangun dengan beberapa konsep

  1. Distance Learning – Menyediakan layanan pembelajaran jarak jauh yang bisa diakses di mana saja.
  2. Unique Education – Berbeda dengan konsep pembelajaran konvensional yang sifatnya lebih ke behavioral
  3. Learning Tool – Menyediakan menu yang berusu fasilitas-fasilitas yang menggantikan aktifitas yang terjadi di kelas konvensional seperti absensi, materi, jadwal, interaksi guru-murid, interaksi antar murid, quiz, ujian, assignment, announcement dan sebagainya.
  4. Pedagogical Innovation – Inovasi dari pembelajaran elektronik untuk menyelesaikan masalah kontrol kelas yang lemah dari guru
  5. Presenting and Facilitating – Fasilitas yang memberikan ruang bagi guru atau siswa untuk menjelaskan ke banyak arah di dalam kelas
  6. Learning Media – Melibatkan media-media pembelajaran elektronik seperti artikel online, e-book, infografis, video pembelajaran, online assigment dan sejenisnya
  7. Online – dilakukan di dalam jaringan internet
  8. Effective Learning – memaksimalkan pembelajaran kapan saja dan tidak dibatasi oleh waktu dan tempat
  9. Achieve Goals – Tujuan pembelajaran yang jelas
  10. Implementation – Pengetahuan yang dibentuk lebih dari sekedar ingatan tapi pengetahuan yang dapat diimplementasikan.

Leave a Reply

Komentar

Index