Latar belakang dalam penelitian pendidikan merupakan bagian awal yang memberikan penjelasan terkait dengan alasan mengapa sebuah penelitian perlu dilakukan. Secara singkat latar belakang menjawab pertanyaan “Mengapa sebuah penelitian harus (Urgen) untuk dilakukan?”
Daftar Isi
Latar Belakang Penelitian
Latar belakang bukan sekadar uraian tentang topik penelitian. Peneliti perlu menunjukkan adanya alasan ilmiah yang logis sehingga pembaca dapat memahami hubungan antara kondisi yang ada, masalah yang muncul, dan penelitian yang akan dilakukan.
Kondisi-kondisi yang disajikan dalam latar belakang
- Kondisi ideal yang diharapkan berdasarkan tujuan pendidikan di tingkat lokal, nasional maupun global,
- Kondisi objek, subjek atau topik, yang ada di lapangan.
- Penjelasan terkait perbedaan antara harapan (Point 1) dan kenyataan (point 2).
- Analisis yang menjelaskan terkait masalah yang urgent yang didapatkan untuk diselesaikan.
Setiap masalah yang dihasilkan akan menentukan solusi atau aksi yang akan dilakukan. Solusi ini menjadi dasar dalam penentuan (1) rumusan masalah dan (2) metode Penelitian. Secara umum metode penelitian akan terbagi ke dalam 3 bentuk yakni
- Penelitian Eksperimen
- Penelitian Survey
- Penelitian Pengembangan.
1. Penelitian Eksperemen
Penelitian eksperimen merupakan rancangan solusi dari masalah yang membutuhkan perlakuan (treatment) untuk menyelesaikan masalah. Contoh masalah dalam penelitian ini adalah:
- (Fakta) Seorang peneliti menemukan bahwa hasil belajar siswa di sekolah X rendah.
- (Penyebab) Masalah tersebut didapatkan melalui kunjungan ke lapangan dan penyebabnya bisa jadi karena ketidaksesuaian tujuan pelajaran dengan :
- Metode
- Model
- Media
- Pendekatan, dll
- (Solusi) Solusi yang ditawarkan tentu saja memperbaiki/mengganti hal yang dianggap tidak berdampak (metode, model, media, pendekatan, dll) maksimal pada hasil belajar.
- (Pemilihan solusi) Pemilihan solusi tentu saja dilakukan berdasarkan masalah. Misal metode yang yang diterapkan dalam bentuk Direct Instruction, padahal materi yang diajarkan membutuhkan praktikum yang melibatkan keterampilan proses sains, maka metode DI diganti menjadi Metode Praktikum. Penggunaan metode ini selanjutnya disebut sebagai perlakuan (treatment) sehingga metode penelitian yang diterapkan adalah Eksperimen.
2. Penelitian Survei dan Ex-post Facto
Penelitian survey secara umum terdiri dari dua bentuk yakni Survey da