Prosedur Pengembangan E-Learning

1 min read

Pengembangan e-Learning Karakteristik

AhmadDahlan.NETe-Learning dikembangkan sesuai dengan prosedur-prosedur prinsip belajar yang ada dalam kelas yang dipadukan dengan layanan bebas waktu dan tempat yang disediakan oleh perangkat elektronik dan jaringan komunikasi. E-learning merupakan kebutuhan dalam proses pembelajaran yang tidak bisa dihindari, bukan sebuah pilihan atau justru menjadi pengehalang. Salah satu konsekuensi yang harus dimiliki oleh tenaga pengajar profesional mampu beradaptasi dengan perubahan termasuk dengan keterlibatan e-Learning dalam proses pembelajaran.

Prosedur pengembangan e-Learning harus dikembangkan memenuhi seluruh aspek kebutuhan belajar bagi peserta didik dan juga adminitrasi bagi instruktor, terutama pada model Blended Learning dan Full Daring. Kebutuhan-kebutuhan pembelajaran seperti informasi kurikulum, silabus, proses pembelajaran (konstruksi), kuis, jadwal, test baik sumatif maupun formatif, sistem penilaian dam feedback. Semua layanan tersebut sebisa mungkin disedikana melalui sistem online meskipun guru dalam e-Learning model blended juga tetap melakukan aktifitas kalsikal.

Sekalipun dikembangkan bebas waktu dan tempat dalam artian peserta didik dapat belajar kapan dan dimana saja, namun interaksi dari pembelajaran e-Learning juga harus tetap diutamakan. Tujuannya selain melatih keterampilan khusus dan konstruki pengetahuan, interaksi sosial dilakukan untuk membentuk keterampilan sosial peserta didik.

E-Learning Tools

Untuk mendukung lingkungan dna suasan belajar jarak jarak jauh (distance learning), LMS sebaiknya memiliki layanan standar seperti berikut ini :

NoFasilitasFungsi
1.EnrolmentFasilitas menunjuk Role dari akun di sistem LMS
2. Course MakerMembuat course atau mata pelajaran beserta detail dari setiap pencapaian pembelejaran baik untuk basis waktu atau basis topik
3. AssigmentMemanajemen pemberian tugas dan sistem pemberian skor kepada peserta didik
4.QuizMenyediakan layanan pemberian kuis populer seperti isian singkat, deskripsi panjang, pilihan ganda, benar salah, dan sejenisnya
5.Attendance ListMenyediakan sistem presensi dan adminitrasi kehadiran peserta didik
6. Restrict Pemberian pembatasan terhadap aktifitas yang dilakukan di LMS seperti, presensi, pengiriman tugas dan lain-lain
7.Discussion and ChattingMenyediakan fasilitas interaksi Synchronous antara instruktur dan peserta didik dalam kelas.

7 Layanan tersebut adalah layanan standar yang harus dimiliki oleh sebuah LMS. Namun setiap LMS memiliki ciri khas masing-masing namun pada umumnya aplikasi e-Learning Populer seperti Moodle, Claroline, Dekoes, Docebo, dan lain-lain sudah memiliki fasilitas dan fitur-fitur tersebut.