Pengertian dan Peran Media Pembelajaran

1 min read

Learning Media Media Pembelajaran

AhmadDahlan.NET – Media atau medium adalah perantara yang digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke penerima. Hal tersebut sesaui dengan pernyataan Kemp dan Dayton (1985), Kartika (2008), Arsyad (2011), dan Mundai (2012) yang menejlaskan bahwa media digunakan untuk mentransmisikan pesan dari pengirim ke penerima.

Dalam pandangan klasik, Proses penyampaikan informasi hanya bersifat satu arah dimana sumber akan memberikan informasi ke satu. Hal dterlihat pada media konvensional seperti buku dan sumber rekaman. Informasi hanya bersifat satu arah dan tidak bisa dilakukan interaksi antara pemberi pesan dan penerima pesan, namun perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Komunikasi membuat media mampu memberikan layanan dua arah dalam berkomunikasi.

A. Media Pembelajaran

Media Pembelajaran dapat diartikan sebagai alat bantu yang digunakan dalam proses belajar-mengajar. Media juga sangat sering dihubungan dengan kata “perantara” yang merujuk pada semua perangkat yang digunakan untuk mengantar informasi dari pendidik ke peserta didik.

Bentuk-bentuk media pembelajaran dapat berupa video, televisi, diagram, materi, materi cetak, cumputer, alat peraga, komputer, dan software-software pembelajaran serta semua perangkat yang digunakan oleh pendidik untuk memudahkan proses pembelajaran. Tujuan umum dari media ini adalah memberikan fasilitas untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Definisi umum dari media pembelajaran dapat diartikan sebagai perangkat pembelajaran. Segala perangkat yang digunakan untuk menstimulus pikiran, perasaan, keterampilan dari peserta didik yang digunakan untuk menfasilitasi proses pembelajaran. Media Pembelajaran secara khusus dibatasi pada perangkat yang berisi instruksi yang bertujuan mencapai tujuan dalam pembelajaran. Dalam kasus ini sekalipun papan tulis digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan defenisi umum namun tidak mencukupi syarat untuk disebut sebagai media pembelajaran sesuai dengan defenisi khusus. Media ini disebut sebagai media instruksional.

Posisi Media Instruksional

Dalam pandangan konstruktivis, proses pembelajaran adalah proses komunikasi yang terjadi dalam sebuah sistem pembelajaran, Media pembelajaran mengambil banyak bagian penting dalam sistem pembelajaran terlebih pada prinsip belajar yang menekankan pembentukan pengetahuan dari sisi peserta didik.

Tanpa media pembelajaran, proses pertukaran informasi di dalam pembelajaran akan sulit terjadi secara optimal. Media pembelajaran instruksional adalah bagian terintegrasi dalam sistem pembelajaran yang dapat menstimulasi pesan, pikiran, perasaan dan keinginan dari peserat didik sehingga mereka dapat membantu peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.

Dalam pendidikan, Media pembelajaran instruksional pada umumnya menggunakan prinsip Cone Ecperience yang membutuhkan media berupa buku teks, bahan ajar yang disusun oleh guru, media audivisual dan multimedia yang mengizinkan interkasi antar media dan user. Bentuk-bentuk media tersebut dapat berupa

  1. visual : Grapik, diagram, bagan, poster, comic dan kartun,
  2. Audio : Radio, Tape, lab bahasa
  3. Audio Visual : Film, Video
  4. Multimedia : software dan program komputer seperti Path dan sejeninya.
Siswa Sd belajar dengan media botol bekas
Peran Media dalam Memodelkan Fenoeman Sains

B. Peran Media Pembelajaran

Peran media pembelajran tentu saja adalah untuk menentukan hasil belajar dari peserta didik yang berkaitan dengan 3 aspek yakni Kognitif, Afektif, dan psikomotoric. Kesuksan dalam penggunaan media instruksional dalam pembelajaran adalah meningkatkan hasil belajar yang bergantung pada aspek :

  1. Strategi penyusunan konten
  2. Instruksi dan Penjelasan dari informasi yang disampaikan pada media
  3. karakteristik dari penggunan media dalam hal ini peserta didik.

Pemilihan media pembelajaran yang baik harus mempertimbangkan 3 faktor tersebut.

Tujuan dari penggunaan media itu sendiri adalah :

  1. Menfasilitasi proses belajar dan pembelajaran
  2. Meningkatkan efisiensi pembelajaran
  3. Menjaga relevansi dari objek pembelajaran
  4. membantu peserta didik fokus dalam belajar
  5. Menstimulasi peserta didik dalam belajar