Reliabilitas Instrumen

ditulis oleh :

di

Reliabilitas instrumen menunjukkan tingkat kehandalan suatu alat ukur dalam menghasilkan skor yang konsisten pada kondisi yang relatif sama. Instrumen yang reliabel mampu meminimalkan kesalahan pengukuran sehingga hasilnya dapat dipercaya dan layak dijadikan dasar pengambilan keputusan dalam penelitian maupun evaluasi pembelajaran.

Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas pada dasarnya berarti kehandalan suatu alat ukur. Suatu instrumen dikatakan handal apabila mampu memberikan hasil pengukuran yang konsisten dan dapat dipercaya ketika digunakan berulang kali pada kondisi yang relatif sama. Dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur menghasilkan skor yang stabil selama aspek yang diukur dalam diri subjek belum mengalami perubahan.

Konsep reliabilitas berkaitan erat dengan kesalahan pengukuran (measurement error). Dalam arti reliabilitas alat ukur, kesalahan pengukuran merujuk pada tingkat inkonsistensi hasil apabila pengukuran diulang pada kelompok subjek yang sama. Semakin kecil kesalahan pengukuran, semakin tinggi reliabilitas instrumen tersebut. Sementara itu, dalam arti reliabilitas hasil ukur, konsep ini berkaitan dengan sampling error, yaitu perbedaan hasil pengukuran yang muncul ketika tes diberikan pada kelompok yang berbeda.

Agar hasil suatu tes dapat dipercaya, instrumen harus memiliki reliabilitas yang memadai. Secara umum, reliabilitas dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: (a) reliabilitas konsistensi tanggapan, dan (b) reliabilitas konsistensi gabungan item.

Teknik Uji Reliabilitas

Menurut Lee J. Cronbach (1984), terdapat tiga mekanisme utama untuk memeriksa reliabilitas konsistensi tanggapan responden terhadap tes atau instrumen, yaitu:

  1. Teknik Test-Retest, yaitu pemberian tes yang sama kepada kelompok yang sama dalam dua waktu berbeda, kemudian skor kedua waktu tersebut dikorelasikan.
  2. Teknik Belah Dua (Split-Half), yaitu membagi tes menjadi dua bagian yang setara (misalnya ganjil–genap) dan mengorelasikan skor kedua bagian tersebut.
  3. Bentuk Ekivalen (Parallel Forms), yaitu menggunakan dua tes yang setara dan mengorelasikan skor keduanya.

Dengan demikian, reliabilitas merupakan prasyarat penting agar hasil pengukuran dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tanpa reliabilitas yang memadai, validitas hasil pengukuran juga menjadi diragukan.

Komentar

Index