Modul instrumen non-tes merupakan bagian penting dalam proses asesmen pembelajaran yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek non-kognitif peserta didik, seperti sikap, minat, motivasi, dan keterampilan sosial. Berbeda dengan instrumen tes yang berfokus pada hasil belajar kognitif, instrumen non-tes memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan peserta didik secara holistik. Melalui berbagai teknik seperti angket, observasi, wawancara, dan skala sikap, pendidik dapat memperoleh data yang autentik dan kontekstual untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pemahaman dan kemampuan dalam menyusun serta menggunakan instrumen non-tes menjadi kompetensi penting bagi pendidik guna meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran.
Daftar Isi
Instrumen Non Tes
A. Identitas Modul
| Mata Kuliah | Asesmen Pembelajaran Fisika |
| Program Studi | Pendidikan Fisika |
| Bobot | 3 SKS |
| Topik | Instrumen Non Tes |
| Metode | Project Based Learning |
| Alokasi Waktu | 2 Pertemuan 1. 2 x 150 menit tatap muka 2. 2 x 180 menit tugas terstruktur 3. 2 x 180 menit belajar mandiri |
Tujuan Pembelajaran
- Memahami konsep dasar dan peran instrumen non-tes dalam asesmen pembelajaran.
- Mengidentifikasi berbagai jenis instrumen non-tes seperti angket, observasi, wawancara, dan skala sikap.
- Menjelaskan kelebihan dan keterbatasan penggunaan instrumen non-tes dalam evaluasi pembelajaran.
- Menyusun instrumen non-tes yang sesuai dengan tujuan dan indikator pembelajaran.
- Menganalisis data hasil instrumen non-tes untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pembelajaran.
- Mengevaluasi kualitas instrumen non-tes berdasarkan aspek validitas dan reliabilitas.
B. Materi
C. Tugas
Anda diminta untuk mengembangkan sebuah instrumen non-tes yang digunakan untuk mengukur salah satu aspek afektif atau psikomotorik dalam pembelajaran. Instrumen yang dikembangkan harus berbasis teori yang jelas dan disusun secara sistematis sesuai dengan langkah-langkah pengembangan instrumen.
Pilih satu variabel yang akan diukur, misalnya motivasi belajar, minat belajar, sikap ilmiah, atau kedisiplinan. Selanjutnya, lakukan kajian teori singkat untuk mendukung variabel tersebut, kemudian tentukan definisi operasional dan indikator yang relevan. Susun kisi-kisi instrumen berdasarkan indikator yang telah dibuat, lalu kembangkan minimal 15–20 butir pernyataan menggunakan skala Likert.
Instrumen yang telah disusun harus dilengkapi dengan petunjuk pengisian, skala penilaian, serta sistem penskoran. Selain itu, lakukan validasi isi secara sederhana (misalnya melalui penilaian teman atau dosen), dan berikan analisis singkat terkait kelayakan instrumen yang telah dibuat.
Output yang Dikumpulkan
- Judul instrumen
- Variabel dan definisi operasional
- Aspek-Aspek dan Sub Aspek (Jika ada Sub Aspek)
- Indikator
- Kisi-kisi instrumen
- Butir pernyataan (15–20 item)
- Skala dan pedoman penskoran